backpacker

The Bugis Street

9:51 AM

Pedagang souvenir aneka macam oleh-oleh khas Singapura ada di Bugis street ini



The Bugis community was established after armed clashes with the Dutch in Indonesia, which resulted in 500 of them fleeing to Singapore in February 1820, with their chieftain, Arong Bilawa.

Mendengar namanya saja rasanya cukup familiar dengan telinga orang Indoneia. Yup, benar sekali bahwa nama Bugis street, Bugis Junction, dan Bugis complex diambil dari orang-orang Bugis Sulawesi yang bermigrasi ke ngeri Singapura pada masa penjajahan Belanda. Pada tahun 1970, kawasan Bugis menjadi daya tarik utama pelancong karena beragam pedagang yang menjual apa saja di sepanjang jalan ini.
Jika anda naik MRT dari Changi Airport pilih line jalur hijau dan berhenti di stasiun Bugis. Kampung yang berada tepat di kawasan ini adalah Kampung Glam. Kampung ini didiami oleh muslim melayu dan termasuk salah satu cagar budaya di Singapura.Bangunan yang terdapat di kampung ini sangat khas dengan rumah panggung dan jendela yang banyak. Selain itu, terdapat masjid Sultan yang megah di tengah-tengah kawasan ini. Masjid ini menjadi satu-satunya masjid yang boleh mengeluarkan suara azan ke luar masjid.
Bicara masalah makanan, jangan khawatir di sepanjang Arab street terdapat banyak makanan khas Melayu, India, dan Indonesia. Salah satu tempat makanan halan favorit saya adalah rumah makan Melayu Hj. Maimunah yang menyediakan makanan mirip makanan padang. Nah, jika anda suka masakan India terdapat pula rumah makan Zam-Zam yang menyediakan roti Prata dan nasi Briyani nan menggugah. Dari Arab street cukup berjalan kaki saja jika ingin mengitari Bugis Junction dan Bugis street.






.



 
 

You Might Also Like

0 comments

SUBSCRIBE

Like us on Facebook